BAB 2
TRADISI
SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA MASA
PRA AKSARA
DAN MASA AKSARA
CARA MASYARAKAT MEWARISKAN MASA LALU
Ada dua aspek utama dari peninggalan masa lalu yang tidak
boleh dilupakan, pertama peninggalan ,masa lalu yang bersifat material, kedua,
peninggalan masa lalu yang bersifat non material ( misal pandangan atau
falsafah hidup, cita – cita, etos, nilai, norma dll. Ada beberapa cara untuk
mewariskan masa lalu pada masyarakat, diantaranya :
a. Melalui keluarga. Dalam keluarga seseorang
diperkenalkan dengan unsur – unsur utama kebudayaan. Yang diwariskan adalah
kebudayaan material dan nonmaterial. Kebudayaan non material seperti
kepercayaan, nilai, norma, agama, cerita dongeng yang menjadi perhatian
keluarga. Nilai, mengacu pada gagasan abstrak mengenai apa yang masyarakat
baik, benar dan yg diinginkan. Norma merupakan perwujudan nilai yang berupa
aturan sosial dan acuan – acuan yang memberi pedoman bagi prilaku. Norma
mencakup, kebiasaan / folksway, adat – istiadat/ mores, hukum. Bahasa mencakup
bahasa tubuh / gesture dan bahasa verbal.
Ada dua cara sosialisasi dalam
keluarga pada masyarakat sebelum mengenal tulisan yaitu :
·
Adat istiadat. Diwariskan secara
langsung misalnya dengan mengajarkan secara langsung. Secara tidak langsung
dengan memberikan contoh perilaku
·
Cerita dongeng. Pada cerita dongeng
disisipkan pesan mengenai sesuatu yang dipandang baik untuk dilakukan maupun
sesuatu yang tidak baik.
b. Melalui masyarakat. Masyarakat
adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan budaya, wilayah, identitas, dan berinteraksi dalam suatu hubungan sosial
yang terstruktur. Cara untuk mewariskan kebudayaan melalui :
·
Adat istiadat. Adat istiadat dapat
menjadi sarana mewariskan masa lalu kepada generasi penerus. Misal pewarisan
sifat gotong – royong.
·
Pertujukan hiburan. Misal
pertunjukan wayang. Pertunjukan wayang dilakukan dengan tujuan mendatangkan roh
nenek moyang. Dr. J.L. Brandes ( Belanda ) menemukan 10 pokok kehidupan masyarakat
indonesia sebelum mengenal tulisan yaitu :
1. Bercocok tanam disawah
2. Mengenal prinsip dasar permainan
wayang untuk mendatangkan roh
3. Mengenal seni gamelan
4. Pola susunan masyarakat macapat.
Suatu ibu kota selalu terdapat alun – alun, yang dikelilingi istana, tempat
ibadah, pasar dan penjara.
5. Mengenal alat tukar dalam perdagangan
6. Membuat barang – barang dari logam
7. Pandai membatik
8. Memiliki kemampuan tinggi dalam
pelayaran
9. Mengenal astronomi
10. Susunan masyarakat teratur
·
Kepercayaan masyarakat. G. Coedes ( Perancis )
menyatakan bahwa masyarakat indonesia
sebelum mengenal tulisan telah memiliki 10 unsur pokok peradaban salah
satunya adalah kepercayaan yang berbentuk
animisme, dinamisme, monoisme. 10 unsur tersebut adalah :
1. Memelihara ternak
2. Mengenal ketrampilan undagi /
pertukangan
3. Sistem kekerabatan matrilineal
4. Kepercayaan, animisme, dinamisme,
pemujaan roh leluhur
5. Mengenal oragnisasi pembagian air
untuk pertanian
6. Mengenal pengetahuan pelayaran
7. Kepandaian membuat barang – barang
dari tanah liat,
8. Kepercayaan pada penguasa gunung
9. Cara pemakaman dengan menggunakan
dolmen atau kubur batu
10. Mitologi pertentangan dua unsur kosmos
PENGALAMAN MASA LALU BAGI MASYARAKAT
PRA AKSARA
Pengalaman
masa lalu bagi masyarakat yang belum mengenal tulisan ( masa prasejarah )
selalu diakitakan dengan alam. Terdapat juga pemikiran yang bersifat magis
religius adanya kekuatan magis yang menjadi aktor penentu perubahan dalam
hidup, bahwa perubahan itu terjadi karena kutukan dewa. Misalnya banjir, tanah
longosr, gunung meletus, atau gagal panen.
Pemikiran
manusia dalam melihat asal usul kejadian bersifat irasional, manusia merupakan
bagian dari sebuah kekuatan besar yang berada diluar dirinya. Manusia adalah
objek perubahan, kedudukan manusia bersifat subordinatif.
Pengabdian
peristiwa masa lalu dilakukan melalui cerita dari mulut ke mulut dari generasi
ke generasi berikutnya. Cara penceritaan tersebut kemudian dikenal dengan
istilah tradisi lisan. Fungsi utamanya adalah pewarisan dan perekaman terhadap
apa yang terjadi pada masa lalu menurut pandangan suatu kelompok masyarakat.
Disini tradisi lisan berfungsi sebagai alat “ mnemonik “ yaitu usaha untuk
merekam, menyusun, menyimpan pengetahuan demi pengajaran dan pewarisannya dari
satu generasi ke generasi.
Jan Vansina
menyebutkan bahwa kesaksian lesan yang disampaikan secara verbal dari generasi
ke generasi disebut oral tradition. Selain aspek kesejarahan didalam tradisi
lisan ditemukan nilai – nilai moral, kepercayaan, adat istiadat, cerita khayal,
peribahasa dan mantra.
Menurut kamus
bahasa indonesia, kata tradisi berasal dari bahasa latin traditio yang berarti
kabar atau penerusan sehingga tradisi dapat diartikan kabar atau hal yang
dikabarkan yang diteruskan dari generasi ke generasi.
Ciri – ciri tradisi lisan antara lain :
1. Pesan – pesan disampaikan secara
lisan, baik lewat ucapan, nyanyian, musik
2. Tradisi lisan berasal dari generasi
sebelum generasi yang sekarang
3. Cara penuturannya lama, karena kisah
yang disampaikan sangat panjang dan cederung menggunakan bahasa hyperbola
4. Tersusun dari serangkaian peristiwa
yang benar – benar terjadi
5. Pada umumnya dalam setiap
penyampaian memiliki kerangka yang sama. Penyampai cerita bebas melakukan
improvisasi
6. Kedudukan si pencerita beragam dari
masyarakat yang bersangkutan .
Jenis – jenis Tradisi lisan :
1. Petuah.
Petuah merupakan rumusan kalimat yang dianggap mempunyai makna khusus bagi
kelompok masyarakat, dimana petuah itu berlaku. Petuah disampaikan berulang –
ulang, tujuannya untuk menegaskan pandangan kelompok untuk dijadikan pegangan
bagi generasi berikutnya.
2. Kisah perseorangan atau kisah kelompok. Adalah
kisah tentang kejadian disekitar kelompok masyarakat tersebut. Inti kisahnya
berkaitan dengan fakta tertentu. Tetapi sering disamarkan dengan unsur magis
religi, fakta disampaikan sesuai dengan selera penuturnya artinya diberi
tambahan, maka kisah ini sering disebut sebagai gosip sejarah / historical
gossip.
3. Cerita kepahlawanan. Biasanya digambarkan
tindakan kepahlawanan yang membuat kagum bagi kelompok pemiliknya. Ceritanya
berpusat pada tokoh tertentu, berdimensi historis dan magis religius. Contoh,
cerita entong gendut, si pitung, cut nyak dien dll.
4. Dongeng. Pada umumnya tidak memiliki fakta
riil. Berfungsi sebagai hiburan, terdapat nasehat, pertentangan antara yang
baik dan yang buruk
TRADISI MASYARAKAT MASA PRAAKSARA
Setiap
kebudayaan memiliki tradisi sejarah yang berkaitan dengan sistem perikehidupan
masyarakat, berupa sistem kepercayaan, sistem mata pencaharian, sistem
kemasyarakatan, sistem budaya dan seni dan sistem pengetahuan.
a. Sistem kepercayaan. Diperkirakan mulai tumbuh pada masa
berburu dan mengumpulkan makanan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya
beberapa lukisan dinding, sperti lukisan cap tangan yang berwarna merah
melambangkan perlindungan dari kekuatan roh jahat, lukisan perahu simbul
kendaraan nenek moyang kealam baka. Sistem kepercayaan ini berpusat pada
pemujaan roh nenek moyang. Pemujaan terhadap roh nenek moyang bertujuan agar
arwah nenek moyang dapat hidup tenang dialam baka, penguburan dilakukan dengan
upacara tertentu. Muncul peran dukun atau shaman yang menjebatani kehidupan
nyata dengan kehidupan akhirat. Kepercayaan ini terus berkembang pada masa
bercocok tanam hingga masa perundagian
b. Sistem
mata pencaharian.
Tatanan perekonomian lebih tergantung pada aktivitas berburu dan meramu, dengan
ditunjang pengembangan teknologi sederhanaseperti peralatan dari batu, anak
panah. Perdagangan dilakukan dengan barter. Pada Masa bercocok tanam sudah
mengenal pengetahuan tentang musim, bibit tanaman, alat – alat pertanian.
Dikenal juga sistem pembagian kerja antara pria, wanita dan anak –anak.
c.
Sistem kemasyarakatan. Pada masa berburu dan meramu
manusia hidup berkelompok yang terdiri atas keluarga kecil dengan sistem
pembagian kerja yang belum jelas.
Proses perubahan tata hidup terus
berlangsung secara perlahan, mulai tumbuh ikatan – ikatan sosial antar
individu, antar keluarga, antar kelompok. Pada masa perundagian tata
kemasyarakatan semakin teratur , didalam kelompok masyarakat / suku muncul
golongan – golongan masyarakat seperti pemimpin agama, petani, tukang, ketua /
kepala suku yang dipilih secara demokratis. Dikenal juga sistem penataan
kampung. Di jawa misalnya, terdapat sistem macapat yaitu suatu tatacara yang
didasari pada jumlah empat dengan pusat pemerintahan terletak ditengah – tengah
wilayah .
d. Sistem budaya dan seni. Pada masa berburu sudah mengenal
seni lukis didinding gua, seni ukir. Masa bercocok tanam sampai masa
perundagian mulai mengenal perhiasan dari batu dan kulit kerang, seni membatik,
seni membuat gamelan, seni wayang. Beberapa jenis kesenian merupakan bagian
dari upacara ritual menghormati arwah nenek moyang.
e.
Sistem pengetahuan. Pada masa berburu dan meramu sudah mengenal pengetahuan
cara pembuatan api, proses pembuatan alat – alat dari batu. Masa bercocok tanam
sampai dengan masa perundagian sudah mengenal pengetahuan astronomi,
pengetahuan musim, teknologi pelayaran, menangkap ikan, teknologi penuangan
perunggu. Pengetahuan bercocok tanam, pengetahuan pembuatan perahu layar.
f.
Sistem bahasa. Bahasa yang tersebar diseluruh
wilayah nusantara termasuk dalam rumpun bahasa melayu austronesia atau bahasa
melayu kepulauan selatan. Setelah mendapat pengaruh bahsa sansekerta bahasa
melayu menjadi bahasa resmi atau bahasa prasasti, menjadi bahasa pergaulan
dalam perdagangan, menjandi bahasa lingua franca di nusantara.
JEJAK SEJARAH DI DALAM FOLKLORE,
MITOLOGI, LEGENDA, UPACARA, DAN LAGU DAERAH.
FOLKLORE. Foklore dalam bahasa inggris
terdiri atas dua kata, folk dan lore. folk = kolektif = di artikan sebagai
sekelompok orang yang memiliki ciri – ciri pengenalan fisik, sosial dan budaya
yang sama sehingga dapat dibedakan dari kelompok yang lain ( Alan Dundes ).
Ciri itu meliputi warna kulit, bentuk rambut, mata pencaharian, bahasa, agama
yang sama. Mereka memiliki tradisi yang diwariskan secara turun temurun, mereka
sadar akan identitas kelompok mereka. Lore = tradisi folk, yakni sebagian
kebudayaan yang diwariskan secara lisan atau melalui suatu contoh yang disertai
dengan gerak isyarat atau alat bantu pengingat ( mnemonic device ) . pengertian
folklore adalah, sebagian kebudayaan suatu kolektif yang tersebar dan
diwariskan secara turun temurun, secara tradisional dalam versi yang berbeda
baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai gerak isyarat atau alat
bantu.
Fungsi folklore =
1. Sebagai sistem proyeksi, alat cermin
angan – angan suatu kelompok
2. Alat pengesahan pranata – pranata
dan lembaga – lembaga kebudayaan
3. Alat mendidik anak – anak
4. Alat pemaksa dan penggagas norma –
norma agar masyarakat mematuhinya.
James Danajaya, menyebutkan 9 ciri folklore :
1. Penyebaran dan pewarisannya
dilakukan secara lisan
2. Tradisional, disebarkan dalam bentuk
yang relatif tetap atau dalam bentuk standar
3. Ada / exist dalam versi – versi
bahkan varian yang berbeda. Folklore dapat dengan mudah mengalami perubahan,
perbedaannya hanya pada bagian luar sedang bentuk dasarnya sama
4. Anonim. Penciptanya tidak diketahui
5. Mempunyai bentuk berumus atau
berpola, cerita rakyat misalnya selalu menggunakan kata kata “ sohibul
hikayat”, “ menurut yang empunya cerita “… konon ceritanya dsbnya.
6. Mempunyai kegunaan, sebagai alat
pendidik, pelipur lara, protes sosial, proyeksi keinginan terpendam.
7. Pralogis. Mempunyai Logika tidak
sesuai dengan logika umum
8. Milik bersama / collective
9. Bersifat polos dan lugu. Sehingga
kelihatan kasar, spotan, merupakan proyeksi emosi manusia yang paling jujur
0 komentar:
Posting Komentar